Sunday, 23 February 2014

,

Cinta Dalam Kardus Garing

Ada yang tau film “Cinta Dalam Kardus” ? atau masih belum pernah nonton. Nah kebetulan kalau lu belum nonton gue kasih gambaran lewat pengalaman gue yang udah nonton sama pacar notebook gue di bioskop youtube. Gue tau kalau nonton di youtube itu bajakan yah ? tapi mau gimana lagi, film nya juga udah gak tayang di bioskop. Dan kalau beli DVD nya juga mahal kan. Bukannya pelit buat ngeluarin duit, tapi emang gak punya duit.
 
Poster Cinta Dalam Kardus
Poster Cinta Dalam Kardus - Sumber Gambar
Untuk menghibur gue akibat rutinitas seorang pelajar yang akan menghadapi Ujian Nasional 2014. Gue menghibur diri dengan menonton film bang Raditya Dika, yaitu film “Cinta Dalam Kardus”. Sebelumnya gue minta maaf sama bang Radit kalo tulisan gue ngatain film abang garing. Tapi yang namanya penonton pasti punya yang namanya penilaian kan. Dan penilaian itu akan menjad sia-sia jika hanya di dengarkan dan di anggap negatif, dan akan menjadi berguna jika di resapi dan di pandang sebagai bentuk yang positif berupa saran atau masukan untuk kemajuan kedepan.

Dan semoga kritik dari gue ini dapat bermanfaat buat kemajuan karir bang Radit. Nah kalau lu belum tau sinopsis dari film “Cinta Dalam Kardus” ini. Silahkan baca dibawah ini, udah gue copas dari Wikipedia.

Miko, seorang cowok yang canggung, ingin mencoba stand-up comedy untuk melupakan problemnya dengan kekasihnya, Putri. Namun ketika di atas panggung, Miko malah menceritakan barang-barang peninggalan 21 mantan kekasihnya yang dia simpan di dalam kardus. Seiring dengan dia menceritakan barang-barang tersebut, Miko belajar sesuatu yang penting tentang cinta.”

Sumber Sinopsis

Tuh udahkan dibaca sinopsisnya ?
Waktu gue nonton film nya, memang waktu pertama kali film dimulai bang radit ngomong seperti stand up comedy gitu. Tapi gak lucu-lucu amat, beda sekali ketika dia tampil stand up comedy. Lanjut cerita dia mau mencoba stand up comedy di sebuah cafe kan. Dan menurut gue film ini kelamaan berceritanya, jadi gak memakan banyak setting latar tempat, membuat penonton bosan melihat latar itu-itu aja. Adegannya juga banyak yang garing, beda dengan film “Kambing Jantan”. Gue lebih suka film bang Radit yang pertama itu, nanti lah gue tulis lagi review film “Kambing Jantan”.

Gue malah heran, kenapa film bang Radit ini tayang di bioskop, menurut gue ini lebih layak buat jadi sinteron aja. Gak kelihatan aura layar lebarnya. Itu aja sih, pengalaman gue liat film “Cinta Dalam Kardus”. Mungkin sutradaranya yang beda kali ya, membuat filmnya beda juga. Tapi meskipun film bang Radit garing, gue tetap ngefans sama dia, dan menjadi followers dia di twitter. Soalnya kan dia adalah salah satu penulis Indonesia yang gue suka.

Semoga film bang Raditya Dika yang selanjutnya lebih seru dan gak garing lagi. Katanya film “Manusia Setengah Salmon” seru, gue liat dari status twitter pak Jokowi, katanya dia udah pernah nonton dan ngakak ngeliat film itu. Tapi di youtube masih belum ada, mau download di blog orang, resolusinya besar benget. Kalau download di youtube kan bisa dipilih ukuran videonya yang kecil. Hhaha
Emang gue ini cari yang gratisan, trus yang murah lagi. Gue download aja, pake paket midnight telkomsel biar murah. Trus resolusi videonya yang kecil lagi, biar irit kouta. Hhaha
Gak apa-apa kan, gue udah berusaha jujur.
Emang begitu keadaan gue, kalau gue udah kaya raya. Ya gak mungkin gue hemat kaya gini.

Do’an ini gue sukses ya, sukses UN dan dapat kerja setelah lulus. Aamiin….

Sunday, 16 February 2014

Cara Menentukan Kuliah atau Kerja

Kuliah atau kerja adalah sama-sama pilihan yang harus ditentukan sejak sekarang, sebelum lu lulus dari sekolah. Gue baru aja selesai UKK (Uji Kompetensi Kejuruan) bisa juga disebut Ujian Praktik untuk siswa SMK. Gue emang anak SMK, dan lu pasti sudah tau ketika anak SMK lulus tujuannya mau kemana. Ya iyalah, mulai dari dulu bahkan semenjak gue belum masuk SMK. Gue udah tau kalau SMK itu selalu menggembor-gemborkan SMK siap kerja. Dan gue tertarik masuk SMK karena janji siap kerjanya itu. Dan lu juga pasti sudah tau apa selogan yang selalu di ucapkan oleh SMK, yaitu SMK BISA !!
Sekarang pertanyaannya siswa SMK bisa apa ?
Ya banyak sih kebisaannya, itu tergantung jurusan yang di ambil. Seperti gue yang mengambil jurusan Akuntansi Keuangan. Nah yang anehnya itu, kenapa sekarang anak SMK banyak yang memilih kuliah setelah lulus.
 
Cara Menentukan Kuliah atau Kerja
Ilustrasi - Sumber Images
Jujur gue kecewa, gue memilih SMK karena gue dari dulu ingin bekerja setelah lulus. Menurut gue ini penipuan, kenapa waktu sosialisasi SMK gak dibilang aja kalau SMK siap kerja akan tetapi kalau lu gak kuliah lu tidak akan mendapat kesempatan kerja sebesar orang yang kuliah terlebih dahulu. Ya kan ?

Gue pengen kerja karena gue udah tau kalau gue lulus, gue gak bakalan mampu untuk ngelanjutin kuliah. Tapi sekarang ketika gue mau lulus, temen-temen gue banyak yang udah merencanakan mau kuliah. Gue ngerti kenapa mereka pengen kuliah. Coba lu liat dikorang-koran. Kalau ada lowongan pekerja, pasti sangat jarang yang dicari itu anak SMK. Pasti minimal adalah S1 dan S2.

Gue bingung, kenapa gak pemerintah aja yang nyiptain lapangan pekerjaan khusus buat lulusan SMK. Kan pemerintah sendiri yang bikin SMK dan mereka yang menyatakan SMK siap kerja. Mereka juga dong yang menyediakan pekerjaan buat lulusan SMK.

Ditulisan gue yang berjudul Cara Menentukan Kuliah atau Kerja. Gue gak akan merincikan cara-caranya secara berurutan seperti artikel di blog-blog tetangga. Tapi ini cuman pemikiran gue tentang cara menentukan pilihan setelah lulus sekolah. Biar lu sendiri yang mencari makna tersirat dalam tulisan gue ini.

Untuk sekarang ini gue memutuskan untuk memilih mencari kerja setelah lulus. Gue tetap konsisten pada pilihan gue saat pertama masuk SMK. Gue bertekad mau mencari kerja untuk meringankan beban orang tua gue yang telah membiayai pendidikan gue mulai dari kecil gue sekolah TK, SD, SMP, sampai SMK ini. Mungkin setelah gue punya uang dari hasil kerja, baru gue melanjutkan pendidikan agar bisa naik derajat dan naik gajih tentunya.

Tapi kemarin waktu UKK ada kejadian yang membuat gue berpikir kembali, mau kuliah atau kerja ya ? kan yang jadi pengawas ujian gue adalah dosen dari kampus. Nah katanya si dosen itu mau ngangkat gue jadi anaknya. Dan gue nanti di biayain kuliahnya.
Nah kalau gini ceritanya sih lain lagi. Bukannya ge gak konsisten mau kerja, tapi kalau di tawarin kuliah dan gratis di biayain, siapa juga yang mau nolak ?
Kesempatan gak akan datang dua kali bro ?

Entahlah, tapi katanya si dosen itu mau nyeledikin dulu asal-usul gue. Waduh, gue udah kaya buronan KPK aja di selidikin dulu. Yang jelas gue jalanin aja dulu, biar waktu yang menjawab semuanya. Sekarang yang harus gue lewatin tinggal 2 lagi. Tinggal UAS (Ujian Akhir Sekolah) dan UN (Ujian Nasional).
Semoga gue bisa, gue pasti bisa!!

Kalau lu gimana ? mau kuliah atau kerja ?
Kenapa mau kerja, kenapa mau kuliah ?
Kasih komentar ya, semoga #SuksesUN2014 J ~ @nafarinm